Fenomena Nagabonar Jadi 2

Senang sekali rasanya film bermutu seperti Nagabonar Jadi 2 masih bertahan di 21 Jakarta. Padahal diputar pertama kali sejak 29 Maret lho!
Nagabonar Jadi 2 adalah sekuel dari film Naga Bonar (1987), berkisah tentang hubungan Naga Bonar (Deddy Mizwar) dan putranya, Bonaga (Tora Sudiro) dalam suasana kehidupan anak muda metropolis. Untuk memulai bisnis, Bonaga berniat menjual tanah milik ayahnya yang disana terletak kuburan keluarga Naga Bonar. Akhirnya timbul konflik perbedaan nilai diantara mereka
Iya tuh… daripada film-film horor yang asal bikin, ceritanya gak jelas, hantunya malah lucu dan bukannya menakutkan…
Ayo, sineas Indonesia, bikin lebih banyak lagi film bermutu ya!

Ikuti diskusi Ada 6 komentar untuk artikel ini.
warock
seeeepppppppppppppppppppp lah
June 24th, 2007 at 12:40 am
Febri
walau ada adegan2 dan dialog2 absurd yang cukup mengganggu, tapi harus diakui sentuhan Deddy belum bisa ditandingi sineas muda sekarang.
Sarat makna, isi, dan bobot.. namun dengan ringan disampaikan ke penonton.
ditunggu nih film-film berkualitas lainnya. gue optimis oneday, film berkualitas komposisinya lebih banyak dari film yang sama sekali tak berisi.
July 27th, 2007 at 6:32 pm
nizar
kebetulan aku di aceh udah nonton film ini beberapa hari yang lalu. bukan film bajakan lho, asli, aku sewanya di sebuah tempat penyewaan yang berlisensi dan filmnya original semua, jadinya mahal.fight againts piracy…
itu film memang bagus dibanding dengan film indonesia lainnya. tetapi kalau dibandingkan dengan nagabonar I masih kalah kayaknya.
banyak adegan mubazir menurut aku dimana adegan ini seharusnya tidak terlalu banyak. seperti adegan nagabonar main bola. idealnya nagabonar mainbola cukup saat ia berangkat dari kampungnya dan berhenti di tengah jalan karena tak tahan ingin bergbung dengan anak2 kampung main bola. dari sini penonton akan tahu bahwa si naga adalh seorang yang sangat hobi main bola dan mencintai anak-anak.
namun selanjutnya ada beberapa kali adegan main bola kembali saat nagabonar di jakarta. rasanya sih berlebihan.
selebihnya film ini pengadegannya sudah sangat baik. coba perhatiin adegan nagabonar dan bonaga termangu di jendela rumah tingkat 2 secara bersamaan. dengan tingkah yang kebetulan sama seperti sama-sama mengangkat tangan, membalik badan, menopang dagu dan lain2. ini seperti mengungkapkan adanya hubungan batin yang kuat antara sang anak dan bapak yang orang lubuk pakam itu..
ada lagi nih yang agak mengganggu. masak bisnisman sekelas bonaga yang punya perusahaan di mana-mana terus diikutin oleh gengnya yang kayak ABG. ini sangat mirip dengan sinetron Indonesia yang suka menampilkan geng-geng anak orang kaya. kayaknya ga cocok bonaga yang digambarkan sangat mandiri terus ditemani oleh kawan-kawannya walupun mereka semua adalah staff beliau. kemudaan!
tapi ini mungkin kompromi dedi mizwar untuk menggaet anak muda datang ke studio menyaksikan nagabonar. artinya ini film juga buat mereka yang suka hura-hura, bukan film serius amat!
udah deh, pokoknya top ini film, banyak petuahnya yang tidak menggurui, ada nilai-nilai agamisnya, biasanya banyak film yang tidak menunjukkan identitas agamanya. mudahan2 banyak anak muda suka nonton film ini, kalao tidak “apa kata dunia!”
August 7th, 2007 at 5:33 pm
levi
akuuuuuuuuuuu suuuuuuuuuuuuuuukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………………………
December 10th, 2007 at 6:54 pm
levi
ngapo lamo nian…………….cepek dikit yo nagabonar yang ketigo…oceeeeee………I love you tora sudiro….
December 10th, 2007 at 6:57 pm
yur
filmnya menarik. para aktor khususnya kng dedy good
April 30th, 2008 at 12:22 pm