← Kembali ke halaman depan

Perang Saudara Film Indonesia di Bioskop

Hari ini film Malam Jumat Kliwon mulai diputar di bioskop-bioskop jaringan 21 seluruh Indonesia. Suatu tindakan yang cukup berani mengingat film Pirates of the Caribbean: At World’s End yang banyak penggemarnya baru mulai diputar beberapa hari lalu. Dan entah disengaja atau tidak, kehadiran film yang disutradarai Shanker RS B.Sc itu menambah panjang daftar film Indonesia yang dirilis bulan Mei 2007. Lihat saja.

Di samping Malam Jumat Kliwon, setidaknya ada tiga film Indonesia lainnya yang memilih jadwal tayang di bulan Mei ini secara hampir berurutan. Antar masing-masing film hanya beda sekitar satu minggu saja. Sebut saja seperti Love Is Cinta (diputar mulai 16 Mei 2007), Suster Ngesot (10 Mei 2007), dan Mengejar Mas-mas (24 Mei 2007). Fenomena apa ini? Bagi sebagian orang, mungkin hal itu dianggap sebagai sesuatu yang menggembirakan. Mungkin ada dengan bangga akan mengatakan bahwa inilah tanda film Indonesia sedang maju pesat! Bisa jadi kebanggaan itu makin bertambah besar ketika mengetahui hari ini di hampir semua bioskop jaringan 21, perbandingan jumlah film Indonesia dan film asing yang sedang diputar adalah 3 banding 1 di mana 3 itu adalah film Indonesia! Suatu hal yang tidak biasa terjadi!

Di Gading 21 Jakarta, Royal 21 Surabaya, dan Mitra 21 Surabaya, misalnya. Film Pirates of the Caribbean: At World’s End hanya sendirian dikepung oleh Love Is Cinta, Suster Ngesot, dan Malam Jumat Kliwon. Di Citra 21 Jakarta yang mengepung malah ada 4 film, ketambahan Mengejar Mas-mas. Bahkan di Empire 21 Surabaya, semua bioskopnya memutar film Indonesia! Terlihat seperti suatu fenomena yang membanggakan.

Citra 21

Kalau saya justru menguatirkan fenomena yang sudah mulai tampak gejalanya sejak beberapa bulan lalu itu. Pasalnya, yang terlihat adalah seperti sedang terjadi perang saudara. Ya, perang antar sesama film Indonesia yang saling menunggu siapa yang kuat bertahan dalam menarik minat penonton untuk membeli karcis. Menurut saya, dengan tersedianya beberapa pilihan judul film lokal secara hampir bersamaan, akan ada cukup banyak penonton pecinta film Indonesia yang lebih selektif dalam memilih film mana yang akan ditonton. Dan selektifnya belum tentu karena faktor kualitas film. Jangan terlalu berharap dengan penonton yang akan menonton semua film Indonesia itu secara bergantian. Sepertinya jumlah penonton seperti itu tidak terlalu besar. Ini adalah urusan anggaran sehingga alasan lama singkatnya sebuah film produksi dalam negeri bertahan di bioskop jadi susah diukur. Dengan kondisi seperti itu, pendapatan masing-masing film yang terlibat dalam ‘perang saudara’ itu bisa jadi akan kurang maksimal. Jika sampai keadaan seperti itu terjadi terus-menerus, bukan tidak mungkin kucuran dana utk pembuatan film Indonesia tidak akan selancar sekarang karena dianggap kurang menguntungkan. Atau kalaupun ada, bisa-bisa hanya untuk film-film tertentu yang dianggap ramai penonton tapi secara kualitas kurang oke.

Keadaannya mungkin akan berbeda jika pilihan film Indonesia yang sedang diputar tidak sebanyak itu. Selain minim persaingan antar sesama film Indonesia, kemungkinan untuk dilirik pecinta film lokal lebih terbuka lebar.

Nah, kita tentunya tidak ingin semangat membara para pembuat film Indonesia harus terbenam kembali seperti yang sempat terjadi beberapa tahun lalu hanya gara-gara tidak adanya strategi tanggal tayang di bioskop.

Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.

  1. syant

    sebelumnya saya ucapkan bravo kepada film indonesia. Kebangkitan film indonesia dari mati surinya sudah bisa kita lihat sekarang ini, salah satu bentuknya ya perang saudara yang dipaparkan di artikel di atas. Tapi ada fenomena yang lebih membuat miris, tampaknya ada sejarah berulang seperti masa-masa fim indonesia mendekati mati suri dimana film-film indo sekarang di dominasi film horor dan film cengeng yang dari segi mutu dan originalitas tidak bisa dibanggakan. Bukankah kebangkitan film-film indo dulu dimulai dari film-film yang bisa kita banggakan di dunia festival internasional. Tapi sekarang, dari 4 film yang disebutkan diatas, 2 film horor yang disebutkan jangan tanya lagi soal kualitasnya. love is cinta, jelas sekali kalo plagiat. Mungkin cuma mengejar mas mas satu-satunya yang layak tonton. Saya singkat saja, Sebenarnya semua kembali lagi ke kedua pihak, pembuat film dan penonton, masing-masing harus berperan untuk kebangkitan film indo dengan bersikap lebih selektif. Semoga film indo bisa berjaya bukan saja di negeri sendiri, tapi juga dunia internasional. sekali lagi bravo film indonesia!!!!

    June 7th, 2007 at 7:17 am

  2. Oskar Syahbana

    Hloh kok ga ada review-nya? Perang saudara asal masih dalam konteks film tanah air gw rasa sih masih oke-oke aja. Masalahnya, ini pelaku “perang saudara”-nya rada-rada impoten, itu yang justru jadi masalah.

    Gw minggu lalu nonton film Malam Jumat Kliwon, dan dengan bangga gw akan nominasikan film ini sebagai film terburuk sepanjang masa :-) (dan juga nominasi peran pendukung terburuk juga!)

    June 10th, 2007 at 7:56 pm

  3. Melihat Yogya dari Film Mengejar Mas Mas — Yogyakarta

    […] banyaknya film-film produksi lokal, Mengejar Mas Mas merupakan salah satu film sayang untuk dilewatkan. Film ini mengambil setting di […]

    June 15th, 2007 at 3:58 pm

  4. Die Van Rijch

    Aku lagi ngebayangin ada film indonesia yg ide dan dialognya menarik.Banyak sekali film Indonesia yang punya kualitas sinematografi tinggi tapi dialognya “kuno”,plotnya sederhana dan sok sastrais,padahal para penikmat bioskop banyak yang butuh hiburan.Kita ambil contoh, film “crank”,isinya cuma tentang gimana seseorang kena racun dan dia harus tetap ngejaga adrenalinnya biar bisa hidup dan balas dendam,bisa jadi film dengan alur begitu menarik.Plotnya juga sulit ditebak walau endingnya dapat dipastikan sang tokoh utama mati.Kapan ya skenario film kita bisa tergarap rapi?Mungkinkah film-film disini bisa nyaingin film luar. Seperti Crank(Action),The Forgotten(Drama) dan Shutter(horor yang notabene bukan merupakan film box office dengan budget besat dan special efek?!

    July 13th, 2007 at 1:47 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)